Collision Avoidance for Heavy Operations
Mencegah tabrakan di lingkungan tambang melalui pemahaman posisi, konteks, dan risiko secara menyeluruh.
Di pertambangan, tabrakan bukan sekadar kegagalan sensor. Ia sering terjadi karena kombinasi blind spot, kecepatan, kondisi lingkungan, dan keputusan yang terlambat. ORDO menangani collision avoidance sebagai masalah sistemik, bukan sekadar jarak antar objek.
Mengapa Risiko Tabrakan Sulit Dihilangkan
Risiko tabrakan di tambang muncul dari beberapa faktor bersamaan:
- ×Kendaraan besar dengan visibilitas terbatas
- ×Interaksi kendaraan–kendaraan dan kendaraan–manusia
- ×Area kerja yang dinamis (pit, dumping, hauling road)
- ×Perubahan kondisi cuaca dan pencahayaan
Keterbatasan Pendekatan Konvensional
Sebagian sistem collision avoidance saat ini:
- Mengandalkan threshold jarak statis
- Menghasilkan terlalu banyak alert
- Tidak memahami konteks operasi
Akibatnya: Operator mengabaikan peringatan, risiko tetap ada, dan kepercayaan terhadap sistem menurun. Sistem yang hanya “melihat jarak” tidak mampu menilai risiko.
Pendekatan ORDO terhadap Collision Avoidance
ORDO mengelola collision avoidance sebagai siklus pengambilan keputusan operasional:
Process:
- 01.NOVA menangkap posisi, pergerakan, dan kondisi lapangan secara real-time
- 02.NEXA membentuk konteks: siapa bergerak ke mana, dalam kondisi apa
- 03.META mengevaluasi risiko berdasarkan skenario operasional
- 04.OMNICORE memastikan keputusan sesuai kebijakan keselamatan site
Pendekatan ini memungkinkan sistem:
- Mengurangi false alarm
- Memberi peringatan yang relevan
- Mendukung tindakan pencegahan, bukan reaksi terlambat
Hasil Nyata di Lapangan
Implementasi collision avoidance berbasis ORDO memungkinkan:
"Setiap peringatan memiliki alasan yang dapat ditelusuri, bukan sekadar sinyal sensor."
Keselamatan sebagai Tanggung Jawab Bersama
ORDO tidak mengambil alih kendali manusia.
"Keselamatan tetap berada di tangan operasi, dengan sistem yang bekerja sebagai penjaga konteks, bukan pengganti manusia."