ORDO in Operation

Antarmuka nyata untuk keputusan nyata.

ORDO bukan hanya arsitektur atau sistem di balik layar.

Ia hadir secara nyata di lapangan, di dalam kabin kendaraan, di ruang kontrol, dan di dalam alur pengambilan keputusan operasional.

Setiap antarmuka ORDO dirancang dengan satu tujuan utama: memberi informasi yang relevan, tepat waktu, dan dapat ditindaklanjuti oleh manusia.

ORDO tidak membanjiri pengguna dengan data. Ia menyajikan apa yang perlu diketahui, ketika perlu diketahui.

Operator On-Board Unit (OBU)

OBU adalah titik interaksi langsung antara ORDO dan operator di lapangan. Ia dirancang untuk bekerja di lingkungan yang keras, dinamis, dan penuh distraksi.

OBU bukan dashboard analitik. Ia adalah antarmuka keputusan operasional.

Apa yang OBU Sampaikan ke Operator

  • Informasi keselamatan yang relevan
  • Peringatan berbasis konteks
  • Arahan operasional yang jelas
  • Status sistem yang mudah dipahami

Semua disajikan dengan prinsip: sederhana, tidak ambigu, tidak berlebihan.

[OBU Interface Visual]

Filosofi Desain OBU

Minimal distraction
Priority-based alerts
Clear visual hierarchy
Consistent behavior

Control Room & Supervisory View

Control Room adalah tempat di mana informasi lapangan dikonsolidasikan menjadi pemahaman situasional.

ORDO tidak menggantikan peran pengawas. Ia membantu pengawas melihat apa yang sulit dilihat secara manual.

Apa yang Ditampilkan di Control Room

  • 01Gambaran situasi operasional secara menyeluruh
  • 02Status keselamatan dan kejadian penting
  • 03Konteks di balik peringatan dan kejadian
  • 04Jejak keputusan dan respons

Control Room bukan ruang alarm, tetapi ruang pemahaman.

Filosofi Desain Control Room

  • >Mendukung pengambilan keputusan
  • >Menghindari information overload
  • >Menjaga konsistensi antar shift
  • >Mendukung audit dan evaluasi

Informasi ditampilkan berdasarkan prioritas dan konteks, bukan sekadar kronologi.

Alerts that Support Decisions

Dalam operasi berisiko tinggi, alert yang salah bisa sama berbahayanya dengan tidak ada alert sama sekali.

1

Kondisi terdeteksi

2

Konteks dievaluasi

3

Risiko dinilai

4

Alert disampaikan

5

Tindakan didukung

6

Keputusan dicatat

Prinsip Alerting dalam ORDO

Relevansi konteks
Tingkat urgensi
Dampak operasional
Keterlacakan keputusan

Human-Centered by Design

ORDO tidak mengambil alih tanggung jawab manusia. Ia dirancang untuk memperkuat keputusan manusia, bukan menggantikannya.

Menjaga peran manusia tetap jelas

Mendukung pengambilan keputusan yang sadar

Menghindari otomatisasi tanpa akuntabilitas

Satu Sistem, Berbagai Peran

ORDO dirancang untuk melayani berbagai peran dalam operasi tambang:

01Operator di lapangan
02Pengawas dan dispatcher
03Safety officer
04Manajemen operasional
[Integration Across Roles Visual]

Setiap peran mendapatkan tingkat informasi yang sesuai, tanpa mengorbankan konsistensi sistem.

ORDO in Practice

ORDO hadir sebagai sistem yang hidup di lapangan - mendukung keselamatan, produktivitas, dan tata kelola operasional. Bukan sebagai alat tambahan, tetapi sebagai fondasi keputusan operasional.